Saturday, 2 July 2011

sweet sekali! ♡

Makin dalam kubongkar kertas-kertas lama, kian memesona penemuanku. Kubuka ikatan setumpuk kertas dan terkejut melihat berlembar-lembar kertas berisi tulisan tanganku ketika masih kelas empat SD:
A Ling, hari ini aku belajar menyanyikan lagu “Rukun Islam”. Apakah kau bisa menyanyikan lagu “Rukun Islam”?  
Sesungguhnya kalimat itu amat konyol, mana mungkin A Ling, orang Tionghoa tulen dan beragama Konghucu akan belajar menyanyikan lagu “Rukun Islam”. Aku pasti sangat gugup waktu itu. Dalam ikatan kertas yang lain, kutemukan surat ini:
Kalau rindu, ucapkan namaku lima puluh kali. Nanti tak rindu lagi.
Kupejamkan mata.
Kuucapkan nama A Ling lima puluh kali.
Kubuka mata, kulihat sekeliling.
Lampu padam.
Malam diam.
Aku masih rindu.

*copas dari blog mbak @ayakss. emang nggak kenal sih, tp permisi ya mbak ^^*

No comments:

Post a Comment