Friday, 27 June 2014

Fiksi #1

Bodoh sekali aku, fi.
lagi-lagi kamu, dan mengapa masih saja kamu?
Aku menepati janji yang aku buat sendiri fi, aku berhasil, hidupku berjalan baik-baik saja meski tanpa kamu.
Aku tertawa lepas setiap hari, menjalani setiap detik yang aku lewatkan dengan senyum, menghabiskan waktu dikelilingi dengan orang-orang yang aku sayangi.
Tak lagi kamu berandil besar dalam hidupku.
Aku bahkan sudah terbiasa memalingkan muka pura-pura tidak melihat tiap kali bertemu kamu.
Atau, jika sedang sial, ketika kamu melihatku dan memutuskan untuk menyapa, atau sekedar tersenyum dan mengangguk kecil--aku sudah terbiasa memainkan peran menjadi diriku yang tidak peduli, yang masa bodoh, yang membalas sapaanmu dengan senyum atau anggukan tanggung setengah hati, atau sekalian saja membalas sapaanmu dengan senyum yang lebih lebar; untuk menunjukkan padamu bahwa aku sungguh baik-baik saja. aku bahagia, meski tanpa kamu. 
aku-sudah-tak-peduli; begitu pesan tersirat yang ingin aku sampaikan.

namun aku selalu benci kehadiran malam seperti saat ini, fi.
saat aku tak bisa tidur dan terjebak dalam pikiranku sendiri, karena namamu selalu muncul, bayangmu terus saja hadir, ikut-ikutan mengacaukan pikiranku.
mengeruhkan malamku dengan kata rindu. 
sampai kapan, fi? aku ingin berhenti.














=========================================================================

accidentally pop up in my mind, 
setelah membaca antologi rasa dari Ika Natassa;
dan ditemani lantunan suara dan petikan gitar dari Adhitia Sofyan - Place I'll Never Be.

No comments:

Post a Comment