Tuesday, 23 August 2011



"it's hurt to seeing you are okay there, without me...."

Monday, 22 August 2011

titip pesen boleh☺

aku menghela napas panjang, hanya untuk menjawab 'iya' dari pertanyaan 'yakin' yang kamu berikan itu
untung itu hanya sekedar sms biasa, aku tidak pernah bisa membayangkan bagaimana jika kita bercakap langsung waktu itu
mungkin kalimat 'iya' tadi akan terdengar sangat pelan, gugup dan terkesan tidak rela...
karena memang sebenarnya begitu

terasa sedikit menyakitkan ketika tak ada lagi penolakan seperti dulu yang biasa kamu lakukan
tapi bukankkah itu yang sesungguhnya aku mau? tak ada penolakan, maka tak perlu lagi berdebat panjang
tapi nyatanya, ketika tak ada lagi penolakan darimu itu yang membuat segalanya bertambah perih
seolah olah selama ini aku tidak pernah memberikan sesuatu yang berarti dalam hidupmu
seolah olah selama ini aku hanya sekedar lewat saja, seperti angin, tidak memberi kesan apapun
dan, aku sangat benci berfikiran negatif seperti itu... karena selama ini pikiran negatifku selalu saja salah, bukan? aku harap yang ini juga salah...

oh ya, yang satu ini, jika kamu bertanya kenapa
jawabannya adalah..
karena aku mau ini jadi terakhir kalinya rasa perih itu ada disini, tidak akan ada lagi yang kedua, ketiga, dan seterusnya
karena aku mau ini jadi terakhir kalinya aku menangis karenamu
karena aku mau ini jadi yang terakhir kalinya aku merasa bodoh dan sangat cengeng karenamu
karena aku mau, jadi teman saja...
supaya rasa perih itu tak lagi mudah datang seperti sebelum sebelumnya
supaya kamu lebih bebas dan bahagia
supaya aku lebih lega dan tidak tertekan
meskipun sebenarnya rasa itu masih ada, dan masih sebesar dulu, tapi aku tau ini yang paling baik
susah, tapi harus....☺

Friday, 19 August 2011


taken by wanda. candid tapi tetep aja soim. miris :-|.


*sigh* this is my another junk-post in this blog. so sorryyy :(

random post(again).

Aku nggak suka—banget tiap pikiran itu dateng dan bener bener ngganggu
Pikiran dari logikaku yang saangat cerewet!
Pikiran yang selau aja bikin aku rasanya..pengen nyerah gitu aja.
Walaupun jauuh banget dari lubuk hati, aku mbenerin bahkan mungkin—sangat sangat mbenerin apa kata logikaku itu.
emang sebenernya ya, coba dipikir, apa yang ditunggu? Buat apa terus nunda kalo misalnya saat itu juga bakal dateng dengan sendirinya? Buat apa terus nunda karena takut patah hati? Patah hati itu pasti, udah resiko, mau ditunda selama apapun juga, ujung ujungnya bakal tetep kaya gitu. Karena apa? Karena….hey, aku masih 14 tahun dan buat bicarain yang muluk muluk itu rasanya….gamungkin, terlalu jauh. Pasti akhir akhirnya juga bakal selesai ditengah jalan. Aku juga mau sebenernya pake imbuhan kata ‘forever’ itu, tapi liat kenyataan, nggak mungkin, masih kecil, masih jauh.
Jadi…lebih baik, nggak usah nunda nunda lagi. Toh juga saat saat kaya gitu bakal dateng sendiri, malah kalo ditunda tunda terus… bakalan jadi jauh lebih sakit. Iya kan?