Friday, 30 September 2011

._.


Penggalan dongeng yang baru saja tiba di hidup sang putri itu ternyata tak akan pernah punya kelanjutan. Sudah berakhir sampai disini saja. Menyakitkan.

Padahal jika saja ada yang tau, kemarin baru saja putri mengkhayal bahwa dongeng  ini belum selesai. Tidak seperti dongeng dongeng yang lainnya yang akan selesai begitu sang pangeran berhasil menemukan sang putri, dongeng yang ini berbeda, dongeng yang menceritakan tentang sang putri dan pangeran pujaannya, baru saja sampai pada bab baru, bab baru yang akan menceritakan tentang hidup sempurna sang putri setelah bertemu dengan pangeran pujaan hatinya.  Ya, hidup yang sempurna. Sang putri berfikir, bahwa hidup sempurna miliknya baru saja akan dimualai, setelah sang pangeran menemukannya, mereka akan hidup bahagia selamanya.

Namun khayalan itu hancur seketika, ketika esoknya, pangeran datang, dengan tatapan mata yang lain dari biasanya, dengan tatapan yang……entahlah, tak pernah terlihat sebelumnya, tak ada lagi sinar disana. Lalu semuanya terucap dengan jelas dari mulutnya, dengan muka menunduk, tak berani sedetikpun melihat mata sang putri. Dan pangeran berbalik, pergi… tanpa menoleh lagi. Meninggalkan sang putri sendirian, masih berusaha mencerna apa yang baru saja pangerannya katakan, lalu tercengang, kemudian berlari, bersembunyi, dan menangis disana.

Putri bodoh itu, baru saja menyadari bahwa mimpinya itu salah. Dan cara tuhan untuk menyadarkan putri dari dunia dongengnya itu, entah kenapa terasa sangat menyakitkan. Seperti ada beribu lubang yang menganga sangat besar, dan tak bisa ditutupi dengan bendungan air mata yang sudah mengucur begitu deras. Kisahnya, yang ini, tak lagi berakhir bahagia.


Monday, 26 September 2011

semua untuk 'itu' loh

senin - jum'at. bangun jam4, berangkat sekolah jam lima lebih, pulang sekolah jam5. kalo ada les sampe setengah delapanan naik bemo pula huhuhu.

sabtu & minggu. weekend time! happy time! \:D/ tapi nggak sepenuhnya happy karena banyak tugas menanti. *sigh*

ini jadwalnya ina, sekedar curhat......karena sedang depresi #prayforina. mungkin buat sebagian orang itu nggak sibuk sibuk banget ya...... tapi buat ina itu sibuk banget! karena sebelumnya, nggak pernah begitu. dulunya pulang jam4 leyeh leyeh bersantai ria tugas dianggap gampang ulangan belajar setengah setengah tanpa ada les sama sekali. hidup bahagia. tapi sekarang nggak bisa gitu............. udah kelas sembilan. awalnya emang kaget banget, tapi lama lama pasti kebiasa dan sekarang udah mulai terbiasa :-). tapi yang paling dan sangat susah dihilangkan adalah penyakit malas. selalu. ><

kebanyakan tugas, puhlease, gurunya seakan berambisi gitu ngasih banyak tugas. kkm naik, puhlease pak idris.... tapi itu menguntungkan juga sih sebenernya heheheeh. nggak boleh banyak ngeluh sih ya, semua butuh perjuangan juga kan? wqwq. oke intinya ini semua buat............. mimpiku sekolah idaman. go fight win!!!!!!(งˆ▽ˆ)ง

Saturday, 24 September 2011

a little thing called love

all of us have someone who is hidden in the bottom of the heart. when we think of him, we feel like always feel the little pain inside. but we still want to keep him, even though i don’t know where he is today, what is he doing. but he is the one who makes me know this...a little thing called LOVE.


P'Shone Ka, I have something to tell you. I like you very much, been loving for 3years. I've done everything changed every aspect in myself because of you. Nam applied for a classical dance club, played a stage drama, be a drum major, be better at studying, it's for you.
but i know for now that the thing i should do the most and should have done since long time ago is telling you straightly that...

i love you




Friday, 9 September 2011

so true!



Awalnya kamu selalu mencoba untuk mencari orang-orang yang (menurutmu) baik dari segi manapun, dengan harapan mereka akan selalu membuatmu bahagia. Tapi pada akhirnya, sebaik apapun orang-orang tersebut, mereka akan tetap menyakiti kita dengan cara mereka sendiri.
- Every summer has a story



Tuesday, 6 September 2011

quote of the day.


"yang sakit itu bukan merindu, tapi menyadari kalo cuma kita yang merasa rindu."
"rindu tidak bisa ditipu. stalking timeline tak mengobati rindu, kawan..."
- @Poconggg on twitter.


Saya bisa melihat jelas, bagaimana matanya mengerjap cepat seolah berusaha untuk menghilangkan apa pun yang terekam di kedua permukaannya. Hingga wajahnya kembali berbinar semu. Bisa saja semua itu palsu. Hanya sebuah topeng yang dikenakan untuk menghadapi kenyataan bahwa bumi ternyata masih berputar baik-baik saja saat hidupnya porak poranda. Saya tahu rasa itu. Rasa di mana merasa sedih bukan lagi jadi masalah utama. Yang ada hanya perasaan tidak terima karena dunia tetap baik-baik saja. Seharusnya semua orang juga mengalami luka saya. Seharusnya mereka tidak bahagia saat saya terluka. (Egois? Bodo. Coba dulu ada di posisi itu. Baru bisa mengerti rasanya.)
- kicau kacau.


"Ini saya meski jarang buat kamu tertawa, setidaknya saya tidak selalu buat kamu sedih. Tapi kalau akhirnya humor saya tidak membuatmu tertawa lagi, semoga sedih saya bisa kamu tertawakan, ya.."

"aku benci harus menebak-nebak. karena tidak ada kepastian. dan pikiranku kemana-mana. membuatku gelisah. tak tenang. lalu aku mulai merasa lelah. kehilangan mood untuk melakukan apapun. dan akhirnya hanya ingin menyendiri. menangis. dan berusaha tidur. karena aku pikir, hanya dengan begitu aku dapat melupakannya sejenak. berusaha tenang dengan mata terpejam dan pipi yang basah."

"people change, feelings change. it doesn't mean that the love once shared wasn't true. it's simply just means that sometimes, when people grow, they grow apart."
- tumblr.

Sunday, 4 September 2011

aku, kamu, dan spasi.

akukamu
aku              kamu
aku                            kamu
aku                                          kamu
aku                                                         kamu





aku dan kamu.
awalnya begitu dekat, tidak ada satu spasipun yang bisa memisahkan.
lalu, perlahan. semenjak hari itu, spasi itu muncul, satu saja
tapi setiap harinya bertambah banyak
sehingga nanti, suatu saat nanti, aku dan kamu akan terpisahkan oleh banyak spasi
perlahan melupakan satu sama lain, melupakan saat saat dimana tak ada satu spasi pun yang bisa memisahkan
memang awalnya spasi itu terasa begitu menyakitkan, tapi jika semakin banyak, maka akan semakin terbiasa pula dengan kehadiran spasi spasi itu, bukan?
hanya, masalahnya, aku tidak pernah tahu kapan tepatnya spasi itu tidak lagi terasa menyakitkan, dan menjadi kebiasaan yang sudah seharusnya.